Versi Teks Bleach Chapter 615

Kehancuran dimulai, keruntuhan mulai menyapa semua dimensi yang bersinggungan dengan Soul Society. Roda takdir kehancuran semesta telah berputar. Apakah ada kekuatan yang bisa menghentikannya?
Mata yang memantau takdir!!
Mata sang Raja Quincy terlihat begitu berbinar melihat apa yang telah terjadi, sungging senyum kepuasan terlihat begitu jelas walau mulutnya tertutup oleh lebatnya kumis. Yang ada di depannya adalah kehancuran, kemenangan yang baru saja dia raih. Namun dia tak begitu congkak seperti para penjahat kacangan yang akan tertawa membahana begitu kemenangan ada di genggaman tangannya. Tidak, Yhwach tidak serendah itu.
Berbeda dengan Yhwach, mata Ichigo penuh dengan pandangan kosong. Pupilnya bergerak tak fokus karena gemetar. Tubuhnya lunglai termakan emosi. Pikirannya kosong seakan ada yang telah mencuci otaknya. Tangannya gemetar hebat, masing menggenggam pedang milik sang Raja Quincy.
Kristal besar yang ada di depan kaki Ichigo jatuh dengan suara kelontang tak keras. Tubuh sang Raja Roh baru saja terbelah dua. Tertebas oleh pedang sang Raja Quincy, tertebas oleh ayunan tangan Kurosaki Ichigo, sang Pahlawan.
Kaki Ichigo semakin gemetar, lututnya bergerak tak beraturan. Kakinya tak kuat menopang tubuhnya. Pemuda berambut Orange itu akhirnya jatuh berlutut di hadapan Raja Quincy yang sudah tak bernyawa.
"Bukannya sudah kubilang, sudah terlambat." Gumam Yhwach mencoba mengulang ucapannya. "Kedatanganmu di sini lah yang menghabisi Reiou, dengan tanganmu sendiri."
"Kenapa..."
Tubuh Ichigo masih gemetar hebat.
"Kenapa aku menebasnya?"
Pikiran pemuda itu semakin kacau
"Kenapa aku gak bisa melepas pedang ini?"
Tangan Ichigo mencoba untuk melepas genggamannya. Namun, tangannya sama sekali tak merespon apa yang diperintahkan oleh otaknya, seakan tangan kanannya itu telah milik orang lain.
"Akulah A, The Almighty, yang bisa melihat menembus setiap masa depan." Yhwach mencoba menjelaskan. "Segalanya hanya untukku, dan dariku. Aku bisa dengan mudah memberimu semua reiatsu dalam pedangku."
Ichigo masih terdiam dalam kekacauannya.
"Kekuatan yang mengalir dalam dirimu akan memenuhi darahmu." Yhwach melanjutkan ucapannya. "Sungguh tak bisa diampuni. Kalau kau memang berdarah Quincy, kau akan membelah Reiou jadi dua!!"
Tangan Ichigo semakin gemetar. Namun kali ini pikirannya sudah mulai bisa dia kendalikan. Pemuda shinigami itu mengumpulkan semua kekuatannya pada tangannya, melawan semua perintah yang dilakukan oleh Yhwach.
Tangannya berhasil melepas genggamannya. Dengan cepat Ichigo bershunpo, meraih pedangnya dan melesat ke arah Yhwach. Degan Mudah Yhwach dapat menahannya dengan Blut.
"Apa kau masih punya alasan melawanku?!" Yhwach kembali mencoba mempengaruhi pikiran Ichigo. "Sebentar lagi Soul Society akan musnah!!!"
Ichigo mencoba untuk tak mendengarkannya. Dia tetap mengayunkan pedangnya, menyerang tanpa ampun Raja Quincy yang telah mempermainkannya. Namun, Yhwach juga tak semudah itu untuk diserang, semua tebasan Ichigo dapat dengan mudah dia halau.
"Satu-satunya guna Reiou cuma untuk menjaga keseimbangan roh yang masuk dan ke luar Soul Society!" Yhwach melanjutkan ucapannya. "Karena dia sudah tiada semua hal yang terhubung dengan Soul Society, semua yang terbuat di Soul Society, Dangai, Hueco Mundo, bahkan dunia manusia. Semuanya akan roboh!"
"Ichigo!!" Yhwach meninggikan suaranya. "Ini semua salahmu!!"
Yoruichi yang sedari tadi menghilang dari perhatian Yhwach telah melakukan semua persiapannya. Gerakan yang sangat cepat masih cukup gesit untuk menghilang dari pandangan Yhwach. Benang-benang tajam telah dia sebar mengelilingi tubuh Yhwach.
"Kau terlalu banyak omong makanya sampai lengah." Ucap Yoruichi sedikit menyombongkan diri. "Jangan gerak, atau kau bakal tercabik-cabik."
"Inoue!" Teriak Yoruichi begitu melihat Orihime yang masih tak melakukan apa-apa. "Gunakan kekuatanmu untuk memulihkan Reiou!"
Perempuan berambut Orange itupun berlari ke arah Soul King, memanggil peri Shun-Shun Rikkanya untuk memulihkan sang Raja Roh. Namun, belum sempat Orihime mengucapkan sesuatu, kekuatan dari shun-shun rikkanya pecah. Seakan kekuatan Raja Roh sendiri yang menolak kekuatan Orihime.
"Konyol..." Hina Yhwach. "Kau cuma manusia biasa, kau kira bisa memulihkannya? Mustahil, Reiou tak akan pernah kembali!!"
Bleach Chapter 615 - ALL is LOST
Penulis : Bleach Indonesia
Kembali ke beberapa detik sebelumnya, tepat setelah Ichigo mengayunkan pedangnya, tepat setelah Soul King roboh, tepat setelah Raja Roh terbelah dua, tepat setelah sang penguasa tertinggi kehilangan kehidupannya.
Dunia manusia tergoncang. Efek domino yang akibat kekalahan Soul King mulai terasa di Dunia Manusia. Gempa tiba-tiba terjadi di dunia manusia, Dunia Fana itu mulai berguncang, menyusul Raja Roh menuju kehancuran.
"Karin-chan!! Karin-chan!!" Teriak Yuzu yang mulai merasakan gempa semakin besar. "Gempa!!"
Kakaknya masih terlalu cuek dengan stik gamenya . Yuzu yang melompat ke arah Karin tak sengaja menyenggol jus di atas meja hingga tumpah.
"Nah tumpah deh jusnya..." Komentar Karin acuh.
"Waa, maaf Karin-chan... kukira kita dalam bahaya..." Teriak Yuzu yang masih ketakutan.
"Gak apa-apa. Gak kena konsol game." Gumam Karin ketus. "Biar kulap, jadi tolong ambilkan gantinya, Yuzu..."
"Maaf..." Gumam Yuzu pelan.
"Udah kubilang, gak apa..." Namun, keadaan diluar sedikit membuat Karin terlihat resah, perasaannya tak enak. "Masih bergoyang, gempanya lama sekali..."
?
Di saat yang sama. Soul Society telah mengalami sesuatu yang lebih parah. Guncangan yang diterima Soul Society jauh lebih besar. Tembok seki-seki yang berfungsi untuk melindungi Seireite telah retak, roboh, hancur berkeping.
Para shinigami yang berkumpul di Divisi Duabelas mulai merasakan getaran yang terjadi, tembok, tanah, segala yang ada di Soul Society bergetar menuju keruntuhan.
"Apa?!" Teriak Ikkaku tak mengerti apa yang terjadi. "Kita diserang?!"
"Tidak, aku tak merasakan ada Quincy..." Ucap Sui Feng yang sedari tadi telah meningkatkan kewaspadaannya. "Ada apa ini?!"
"Dia?" Ucapan Urahara terbata. Baru kali ini dia kaget seperti ini. Ucapannya tersentak dalam kerongkongannya.
"?Reiou sudah wafat...!!" Ucap Urahara pada akhirnya.
Semuanya terdiam, memasang wajah serupa dengan Urahara.
"Brengsek, kenapa?!" Teriak Shinji. "Ngapain Zerobantai di sana, gimana sama Ichigo?!"
"Aku benar-benar berharap aku salah..." Jawab Urahara masih terbata. "Tapi satu-satunya alasan, Zerobantai sudah gugur dan Kurosaki-san terlambat. Tapi kalau begini, Seireitei? bukan?"
"?Soul Society, Hueco Mundo, bahkan dunia manusia, semuanya akan lenyap."
"Reiou tewas?!" Renji berteriak. "Soul Society dan dunia manusia akan ikut lenyap?! Apa ada yang bisa kita lakukan?!"
Namun di tengah kabar buruk itu terlihat Ukitake terdiam, seakan dia sudah mengerti bila hal ini akan terjadi. Pandangan mata Ukitake semakin tajam. Kilasan ramah yang terpancar dalam pupil matanya sekejap menghilang, tergantikan oleh aura serius. Entah apa yang ada dalam pikiran Ukitake. Entah apa yang telah direncanakan Ukitake. Apapun itu, Ukitake tak akan membiarkan Dunia ini runtuh!!!
Bersambung Ke Versi Teks Bleach 616

Sumber : Versi Teks 

0 Response to "Versi Teks Bleach Chapter 615"